Monday, December 16, 2013

Ratusan Overstayer Terlantar di Arab Saudi

Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang melebihi izin tinggal (Overstayer) terlantar di Tarhil Shumaysi, Arab Saudi. Para TKI itu dipaksa untuk segera hengkang dari Tarhil Shumaysi.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka melalui pesan singkat yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Minggu (15/12/2013). Menurutnya, 200 orang TKI yang sudah memiliki exit dikeluarkan dari Tarhil Shumaysi, Sabtu (14/12/2013).

"200 TKI Overstayer sudah dapat exit permit diusir Saudi dari Tarhil Shumaysi, Pemerintah SBY jangan buang body. Saat ini di Tarhil Shumaysi (Karantina Imigrasi) terdapat 343 anak-anak dan balita, 647 wanita, 977 pria," kata Rieke.

Menurutnya, para TKI itu dibawa dari Tarhil Shumaysi karena sudah berhasil mengurus izin keluar. Di lapangan Matar Gadim hingga sekarang tidak sampai 100 TKI terdapat balita/anak-anak sebanyak 23 orang.

"Mereka dibawa ke Matar Gadim, oleh pihak Jawazat Tarhil Shumaysi dengan maksud disuruh beli tiket sendiri," kata politikus PDIP itu.

Lanjut Rieke, pembelian tiket atau biaya deportasi adalah tanggungjawab negara yang bersangkutan. Namun, pihak Saudi menyuruh para TKI untuk beli tiket sendiri dengan alasan mereka berstatus umrah.

"Dalam praktek internasional biaya deportasi menjadi tanggungjawab pihak yang mendeportasi," tegasnya.[jat]

Sumber: Inilah.com