Tuesday, June 18, 2019

Fr. Michala Losa, FDP, Pastor Pengidap Kanker yang Ditahbiskan di atas Tempat Tidur Rumah Sakit Tutup Usia

Pastor Michala Losa, FDP
Pada tanggal 17 Juni 2019, Pukul 11.53, Pastor Michala Losa, FDP tutup usia pada usia 31 tahun. Pastor ini sempat mencuri perhatian umat Katolik sedunia atas peristiwa tahbisannya yang dilangsungkan di atas tempat Rumah Sakit Militer Warsawa karena menderita penyakit kanker ganas.

Sebelumnya, pada tanggal 22 Mei 2019 Paus Fransiskus memberikannya dispensasi untuk mengucapkan kaul kekalnya sebagai anggota Ordo Son of Devine Providence (FDP). Sehari sesudahnya Pastor Michala Losa ditahbiskan sebagai Diakon dan Imam pada hari yang sama oleh Mgr. Marek Colarczyk, Uskup Auksilier Keuskupan Warsawa - Prague di Rumah Sakit Militer Warsawa. Di hari tahbisannya ia berkata, "Terpujilah nama Tuhan Yesus! Terima kasih atas segala doa saudara/i sekalian dan teruslah berdoa. Aku memberkati kalian semuanya, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus."

Pastor Michala telah menunjukan imannya yang kuat untuk melayani Tuhan secara utuh sebagai Imam Katolik. Walaupun penyakit kanker ganas menderanya, hal ini tidak menghalangi niatnya untuk mengucapkan janji setia kepada Tuhan dalam pelayanannya sebagai imam. 



Monday, November 19, 2018

Membaca Pileg dan Pilpres dalam Konteks Lewoloba

Nick Doren - Lewoloba

Pada tanggal 17 April 2019 mendatang, Republik Indonesia akan mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden, Calon Anggota DPR RI / DPRD dan DPD. Pemilu 2019 akan berbeda dengan Pemilu pada periode sebelumnya karena dilakukan secara serentak. Setidaknya terdapat lima kondisi yang membedakan Pemilu 2019 dengan Pemilu sebelumnya yaitu : (1) Sistem Pemilu terbuka, (2) perubahan timeline presidential threshold, (3) parliamentary threshold, dan (4) metode konversi suara, serta (5) pembagian kursi per Dapil, 3 untuk suara minimal dan 10 untuk suara maksimal. Terkait dengan Pemilu yang dilaksanakan secara serentak, maka setiap wajib pilih akan membawa 5 surat suara ketika memasuki bilik suara, yaitu surat suara untuk Pilpres, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten / Kota dan DPD. Dengan mengantongi 5 surat suara ketika masuk bilik suara, maka hal ini tentu saja menjadi masalah tersendiri bukan hanya bagi pemilih pemula tetapi juga bagi pemilih lama yang lanjut usia.

Untuk wilayah pemilihan Kabupaten Flores Timur, 430 Calon Legislatif dari 16 partai politik telah mendaftarkan diri. Tidak semua parpol di Flores Timur mendaftarkan calegnya untuk semua Daerah Pemilihan yang ada. Jika semua parpol mendaftarkan calegnya secara lengkap maka jumlah calon anggota legislatif Kabupaten Flores Timur adalah 480 orang. Sebagian besar opini masyarakat mengatakan bahwa Pemilihan Legislatif tingkat Kabupaten untuk memperebutkan 30 kursi DPRD adalah pemilihan yang paling berat bila dibandingkan dengan pemilihan presiden dan pileg pada tingkatan lainnya. Ada banyak faktor primordial yang mempengaruhi pilihan warga, entah karena faktor agama, ikatan kekeluargaan, sosio budaya, dll. Latar belakang primordial semacam ini tentu mempengaruhi mutu sebuah pilihan. Orang tidak lagi memilih karena kualitas calon dan visi dan misinya tetapi karena faktor primordial.

Tuesday, March 27, 2018

Aksi Puasa Pembangunan 2018 Keuskupan Larantuka Fokus pada Solidaritas dan Kemandirian Gereja

Catatan Lepas Nick Doren
Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr

Tahun 2018, Keuskupan Larantuka merefleksikan pentingnya solidaritas di antara jemaat Gereja guna membangun Gereja umat Allah yang mandiri, menarik dan misioner. Sejak lama Gereja Katolik Larantuka yang menerima evangelisasi dari misionaris Eropa memiliki ketergantungan yang besar pada donasi umat dari tanah seberang, baik personil misionaris maupun dana. Degradasi kehidupan beragama di Eropa yang ditandai dengan merebaknya pengaruh sekularisme, agnostisisme dan ateisme berdampak pada besaran sumbangan umat Eropa kepada dunia Timur, termasuk Keuskupan Larantuka. Kondisi ini menuntut setiap Gereja lokal untuk bisa mandiri, mengurangi ketergantungannya pada sumbangan pihak luar.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar banyaknya keluhan umat tentang macam-macam iuran / pungutan Gereja. Ada dana solidaritas, dana pembangunan, dana pendidikan calon imam, dana per jiwa, dsb. Dana yang terkumpul digunakan untuk kepentingan Gereja, khususnya dalam upayanya untuk mengembangkan karya-karya amal kasih di tengah dunia. Iuran / pungutan Gereja dilakukan secara berjenjang, dimulai dari KBG / KUB, diteruskan ke Paroki dan dilanjutkan ke Keuskupan. Biasanya telah dibedakan manfaat dana yang terkumpul sesuai dengan nama iuran / pungutannya.  Adakah yang salah dengan iuran / pungutan ini?

Tuesday, September 5, 2017

Bupati Flores Timur Mencanangkan Pengenaan Tenun Ikat Lamaholot Bagi ASN Kabupaten Flores Timur


Nick Doren - Lewoloba
ASN BKPP Kab. Flores Timur Mengenakan Kwatek dan Nowing Lamaholot Flores Timur
Suasana berbeda tampak jelas di halaman depan kantor Bupati Flores Timur pada Senin, 5 September 2017. Semua ASN dan tenaga honorer lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengenakan busana adat Lamaholot, nowing / senai (sarung untuk pria) dan kewatek (sarung untuk wanita) pada apel kekuatan lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang dipimpin langsung oleh Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST. Pengenaan busana adat ini merupakan implementasi dari Peraturan Bupati Flores Timur Nomor 49 Tahun 2017 tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Instruksi Bupati Flores Timur Nomor HK.188.5.5/1/2017 tentang Pelaksanaan Peraturan Bupati Flores Timur Nomor 49 Tahun 2017 tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Dalam Perbup dan peraturan turunannya ada hal baru yang belum diatur sebelumnya, yaitu mengenai pemakaian busana adat Lamaholot Flores Timur, nowing / senai dan kewatek, pada setiap senin pertama dalam bulan. 

Dalam sambutannya, Bupati Flores Timur mengapresiasi ASN yang mengenakan pakaian adat Lamaholot. Bupati pun mengajak semua ASN untuk mencintai adat / budaya Lamaholot dan membeli produk ikat tenun yang dihasilkan oleh masyarakat Flores Timur. ASN hendaknya menjadi pelopor dalam hal mencintai produk lokal Lamaholot melalui pengenaan nowing/senai dan kewatek secara rutin. Diharapkan melalui pencanangan pengenaan pakaian adat Lamaholot dapat meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap produk lokal, menumbuhkan kesadaran di tengah orang-orang muda Flores Timur untuk terlibat aktif dalam upaya melestarikan adat dan budaya Lamaholot.